JURAGANQQ BERITA TERKINI | Apa saja manfaat jagung untuk kesehatan?
JURAGANQQ.COM - Banyak yang mengonsumsinya sebagai camilan renyah teman nonton bioskop. Tak sedikit pula yang lebih menggemari versi “tradisional”-nya, dibakar di atas arang dengan olesan mentega atau dijajakan hangat-hangat bersama kacang rebus di pinggir jalan. Ya, jagung adalah salah satu makanan pokok orang Indonesia. Tapi sayang, jagung sering dianggap tak memiliki kebaikan gizi untuk tubuh, selain memang mengenyangkan. Padahal, ada banyak hal mengejutkan seputar manfaat jagung untuk kesehatan.
Apa saja manfaat jagung untuk kesehatan?
Berikut empat manfaat jagung yang mungkin tak pernah Anda ketahui sebelumnya.
Komposisi nutrisi utama jagung adalah karbohidrat, yang hampir memenuhi 6-7% dari kebutuhan harian. Tapi tak seperti kandungan karbohidrat olahan dalam roti atau nasi putih yang cepat menguras energi, karbohidrat dalam jagung memberikan suplai energi yang stabil dan tahan lama. Ini karena karbohidrat jagung adalah karbohidrat kompleks. Selain itu, jagung juga mengandung serat dan protein. Kombinasi ketiga nutrisi ini dicerna lambat oleh tubuh, dan sekaligus bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah karena serat memperlambat kecepatan tubuh memecah karbohidrat (glukosa) untuk dilepaskan ke dalam aliran darah.
Dan meskipun kadar gula dalam jagung termasuk tinggi (2 gram per 100 gram), jagung bukanlah makanan dengan indeks glikemik tinggi, sehingga bahkan jika Anda makan jagung utuh tidak akan menyebabkan gula darah Anda melonjak secara dramatis. Konsumsi jagung dalam jumlah sewajarnya telah terbukti berhubungan dengan kontrol gula darah yang lebih baik pada diabetisi.
2. Menjaga kesehatan mata
Si kuning manis gurih ini diperkaya dengan vitamin C (8% dari kebutuhan harian), magnesium, dan vitamin B. Vitamin C penting dalam menunjang perbaikan sel, meningkatkan kekebalan tubuh, dan memiliki sifat anti-penuaan, sementara vitamin B berperan penting dalam pengolahan energi. Magnesium penting dalam kinerja sistem saraf dan kontraksi otot.
Tak hanya itu. Meski mungkin terdengar mengejutkan, jagung merupakan sumber pangan yang kaya akan antioksidan dibanding banyak biji-bijian sereal lainnya — seperti lutein, zeaxanthin, asam ferulat, dan beta-karoten. Karotenoid (lutein, beta-karoten, dan zeaxanthin) dikenal dapat mampu menunjang sistem imun tubuh dan telah terbukti berperan penting dalam kesehatan mata. Tingginya kadar dua karotenoid ini dalam darah sangat terkait dengan penurunan risiko dari degenerasi makular dan katarak.
3. Melindungi dari risiko penyakit jantung
Makanan ini juga menyediakan senyawa fitokimia fenolik yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan mengendalikan tekanan darah tinggi.
Kebanyakan penelitian yang berfokus pada pengaruh asupan antioksidan terhadap penyakit dan pengurangan risikonya belum secara khusus meneliti manfaat jagung dan kandungan antioksidannya. Namun, dalam beberapa penelitian skala kecil, jagung disebut-sebut sebagai makanan yang penting dalam perlindungan secara keseluruhan dan faktor dalam penurunan risiko dari penyakit jantung. Beberapa mekanisme untuk penurunan risiko penyakit jantung mungkin terkait dengan sifat-sifat lain dari fitonutrien jagung yang melampaui sifat antioksidan mereka.
Bagi Anda penggemar berat jagung, pasti paham benar sensasi perut kenyang yang super memuaskan padahal hanya baru memakan sebonggol. Manfaat jagung yang mengenyangkan ini berkat kandungan seratnya, yang bisa mencapai 2-4 gram per 100 gram jagung — alias setara dengan 9% kebutuhan serat harian Anda. Serat adalah salah satu nutrisi kunci untuk memelihara sistem pencernaan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jagung dapat mendukung pertumbuhan bakteri ramah di usus besar dan juga bisa diubah oleh bakteri ini agar menjadi asam lemak rantai pendek, atau SCFA. SCFA dapat menyediakan energi untuk sel-sel usus dan dengan demikian membantu menurunkan risiko Anda terhadap banyak gangguan pencernaan, termasuk risiko kanker usus.
Manfaat jagung untuk sistem pencernaan juga mungkin datang dari sifat alami jagung yang bebas gluten. Konsumsi gluten terkait dengan beragam gejala negatif, termasuk perut kembung, kram, diare, sembelit, hingga kelelahan dan masalah kulit. Bahkan efek ini tidak hanya terbatas muncul pada mereka yang punya penyakit celiac atau alergi gluten saja. Ini membuat jagung atau tepung jagung sebagai alternatif yang baik untuk gandum atau makanan yang mengandung gluten lainnya.
Menariknya lagi, manfaat jagung terhadap pemeliharaan sistem pencernaan ini ditunjukkan lebih besar pada konsumsi popcorn. Pria yang makan popcorn paling banyak berpeluang 28% lebih rendah untuk mengembangkan gangguan pencernaan dibandingkan dengan pria yang jarang atau tidak sama sekali mengonsumsi popcorn.
Salah satu bidang baru yang menarik dari penelitian tentang manfaat jagung adalah dugaan potensinya sebagai makanan pencegah HIV. Ini karena jagung mengandung salah satu jenis lektin, GNAmaize. Lektin adalah protein khusus yang ditemukan di hampir semua makanan yang dapat mengikat ke glukosa atau ke reseptor karbohidrat yang ditemukan pada membran sel. Pengikatan lektin ke glukosa telah terbukti untuk membantu menghambat aktivitas virus, termasuk virus HIV. Tentu saja, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk benar-benar menentukan hubungan antara manfaat jagung secara keseluruhan dan perlindungan terhadap risiko infeksi HIV.


Comments
Post a Comment