JURAGANQQ BERITA TERKINI | Benarkah Rebahan di Lantai Bisa Menyembuhkan Nyeri Punggung?

Mengutip Women’s Health, Jennifer L. Solomon, M.D., seorang ahli fisioterapi di Hospital for Special Surgery New York, Amerika Serikat, mengatakan bahwa rebahan di lantai dapat menjadi solusi jangka pendek untuk meredakan nyeri punggung.
Meski begitu, cara ini mungkin dapat membawa efek berbeda pada tiap orang, tutur Jennifer. Beberapa orang mungkin bisa merasa lebih nyaman dengan tidur di lantai, sementara yang lainnya menganggap tidur di atas kasur yang empuk lebih manjur meredakan rasa sakit mereka.
Cara terbaik untuk memutuskan mana permukaan tidur yang tepat untuk mengatasi nyeri punggung Anda adalah dengan mencobanya sendiri. Dengan begitu Anda akan mengetahui mana yang terbaik untuk tulang Anda.
Tips tidur di lantai untuk meredakan nyeri punggung
Tidur di lantai adalah cara yang baik untuk membantu meregangkan otot dan persendian di punggung Anda.
Berikut adalah beberapa kiat sederhana untuk mendapatkan hasil yang maksimal jika Anda ingin mencoba berbaring di lantai demi menyembuhkan punggung Anda:
Pilih permukaan lantai yang benar-benar datar.
Berbaring dengan kedua kaki diluruskan. Jika tidak bisa, letakkan bantal di bawah lutut Anda.
Rentangkan kedua tangan ke samping dengan telapak tangan mengarah ke atas
Tutup mata Anda dan fokus pada semua kontak tubuh ke lantai
Tarik dan hembuskan napas dalam, lambat-lambat.
Habiskan lima hingga tujuh menit dalam posisi ini.
Nyeri punggung tidak bisa sembuh hanya dengan rebahan
Jika Anda merasa kurang nyaman tidur di lantai, Anda boleh tidur berbaring telentang di kasur dengan meletakkan bantal di belakang lutut untuk mencapai keselarasan tulang belakang yang tepat. Atau jika Anda lebih suka tidur menyamping, selipkan guling di antara kedua lutut Anda.
Namun, lokasi dan posisi tidur Anda bukan satu-satunya hal yang memengaruhi tulang belakang Anda.
“Tidak ada satu obat mujarab untuk menyingkirkan nyeri punggung sekali untuk selamanya,” kata Jennifer. “Kebiasaan tidur hanyalah salah satu dari banyak aspek lainnya.”


Comments
Post a Comment